Apa Sih KTD itu ?

Secara konseptual, istilah KTD juga bisa diartikan sebagai Kehamilan Tidak Dikehendaki (Unintended Pregnancy). Kehamilan yang tidak dikehendaki adalah kehamilan yang terjadi baik karena alasan waktu yang tidak tepat (mistimed) tau karena kehamilan tersebut tidak diinginkan (unwanted). Bisa juga ketika suatu kehamilan harus dialami oleh seorang perempuan, pada suatu kondisi dimana perempuan tersebut belum melakukan suatu ikatan yang sah menurut norma-norma yang ada (baik norma agama maupun norma hukum yang berlaku), maupun secara psikis belum siap menerima kehamilan yang dialaminya. Kejadian semacam ini sering kita dengar atau jumpai baik di kalangan Mahasiwi atau kalangan Pelajar sekolah. (https://pkbi-diy.info/kehamilan-yang-tidak-diinginkan/)

Dari penjelasan diatas, memberikan gambaran bahwa remaja juga rentan mengalami KTD.

Maka dari itu Saya (Yhanik) relawan Centra Mitra Muda bersama dengan Bidan Rini (Tenaga Kesehatan proCare Klinik) akan berbincang-bincang untuk mengetahui bagaimana memberikan informasi dan membatu remaja yang mengalami KTD agar memiliki keterampilan yang baik dalam proses pengambilan keputusan.

Bidan Rini bilang, “Saya sudah membantu remaja KTD selama bekerja di proCare Klinik PKBI DKI Jakarta. Sebetulnya, banyak remaja yang datang ke klinik itu sudah mengetahui resiko yang akan didapatkan ketika melakukan hubungan seksual yang beresiko, namun mereka belum mengetahui secara lengkap dan luas. Jadi banyak diantara mereka yang akhirnya mengalami KTD.”

Bidan Rini memberikan pemahaman kepada aku bahwa semua remaja yang mengalami KTD.

“Kita juga harus melihat keadaan remaja saat mengalami KTD, seperti kondisi psikologisnya. Remaja yang mengalami KTD bisa terjadi karena berhubungan seksual dengan pacar ataupun mengalami pemerkosaan. Remaja KTD dengan pacarnya banyak sekali yang memilih untuk mengakhiri kehamilannya, jika dipertahankan kehamilannya maka secara psikoligis bisa menimbulkan trauma keberlanjutan, seperti kekerasan pada anak, menelantarkan anak, bahkan terjadi pembunuhan. “

BTW Gaeeesss…,
Apa Aja Sih Faktor Yang Menyebabkan Terjadinya KTD Pada Remaja ?

  1. Kurangnya pengetahuan remaja tentang HKSR
  2. Rendahnya penggunaan kondom pada anak muda
  3. Kebutuhan kontrasepsi yang tidak terpenuhi
  4. Terbatasnya informasi dan akses ke layanan kesehatan yang ramah remaja
  5. Norma sosial budaya yang merugikan

Maka dalam penanganan KTD, ProCare Klinik selalu memberikan informasi yang lengkap jika remaja tersebut ingin mengakhiri kehamilannya, dan melakukan konseling konsultasi bagi remaja sehingga memberikan gambaran pada remaja dalam membuat pilihan-pilihan terbaik untuk mengambil keputusan. Bidan Rini juga berbagi informasi, “Banyak korban pemerkosaan yang tidak mau melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian. Mereka tidak melaporkannya karna takut menjadi aib dalam keluarga, mendapat judgment/ pandangan netaif dari pihak kepolisian dan masyarakat. Saat dilakukan visum pada korban, apabila ditemukan cairan vagina dan cairan sperma maka pihak kepolisian menganggap hal tersebut tidak termasuk dalam pemerkosaan.”

“Dari perbincangan tersebut aku mendapatkan informasi dan ilmu yang berharga, aku jadi mengerti bahwa remaja dengan KTD itu harus dirangkul dan diberdayakan agar kehidupan selanjutnya sehat dan bahagia.” (Yhanik). Adapun beberapa Dampak yang akan dialami oleh remaja perempuan dengan KTD, diantaranya :

  • Beban berat ketika seorang perempuan harus menghadapi kenyataan bahwa dirinya mengalami kehamilan sebelum waktunya. Bagaimana ia harus berusaha menyembunyikan kehamilannya dari orang lain, belum lagi ketika nanti bayinya telah lahir, akan menjadi beban baru baginya.
  • Resiko kehamilan pada remaja, rentan bagi diri remaja dan kandungannya. Sistem reproduksi pada remaja masih sangat labil untuk mengalami kehamilan, masih sangat rentan organ reproduksinya.
  • Besar kemungkinan dikeluarkan dari sekolah, apabila remaja masih bersekolah.
  • Mendapat sanksi sosial.

Lalu, Apa yang Bisa Dilakukan Untuk Mencegah Terjadinya Kehamilan Tidak Diinginkan ?

  • Memberikan informasi dan Pendidikan kesehatan seksual reproduksi secara komprehensif atau lengkap untuk remaja dari segala ragam identitas, mulai dari mitos fakta pubertas, sampai pada resiko-resiko dari melakukan hubungan seksual.
  • Juga sangat diperlukan adanya suatu kontrol diri dari remaja, dengan memunculkan self esteem dalam diri remaja, melatih asertif terhadap apa yang diinginkan, membekali diri remaja dengan kemampuan komunikasi.
  • Peran orang tua untuk menjadi teman diskusi bukan sebagai polisi bagi remaja.
  • Menyediakan, membuka, dan memperluas akses informasi dan layanan yang ramah untuk remaja.

Jika Mengalami KTD, Apa Yang Bisa Dilakukan ?

  • Berani mencari tau informasi online yang valid dan terpercaya seputar Mitos Fakta Pubertas, Kesehatan Reproduksi dan Kehamilan pada remaja seperti di website resmi : www.sobatASK.net , www.pkbidkijakarta.org , www.samsara.or.id dan beberapa website terpercaya lainnya. Selain itu, teman-teman remaja juga dapat mengakses melalui sosial media Instagram Centra Mitra Muda , Tabu.id, Suarapkbi, sobatask, dan beberapa akun Instagram yang dapat membantu remaja untuk melakukan konseling konsultasi KTD.
  • Berani menceritakan kepada orang terdekat dan terpercaya yang diyakini bisa membantu mendampingi untuk megakses layanan kesehatan, seperti sahabat, teman, guru, saudara kandung, ataupun orang tua.
  • Berani untuk datang ke Fasilitas Layanan Kesehatan untuk mengakses layanan konseling konsultasi dan informasi seputar KTD. Beberapa diantaranya ada di Jakarta yaitu ProCare Klinik PKBI DKI Jakarta dan Poli PKPR di seluruh Puskesmas Kecamatan se-DKI Jakarta.
  • Tidak mengakses ataupun membeli dan mengkonsumsi obat-obatan yang didapatkan/ direkomendasikan dari media online maupun offline tanpa resep atau anjuran dokter yang memiliki sertifikasi dan izin praktek resmi, atau dalam kata lain tidak dianjurkan untuk mengakses layanan illegal. Karena akan membahayakan remaja dengan KTD.
  • Tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan, buah-buahan, dan jamu yang secara mitos diyakini masyarakat dapat menggugurkan kandungan, karena akan membahayakan kondisi fisik maupun psikis remaja dengan KTD.
Sumber :
Champion4life Guidebook Indonesia, Tahun 2018
https://pkbi-diy.info/kehamilan-yang-tidak-diinginkan/

Penulis : Yhanik Nur Widyastuty
Penyunting : Tri Maharti