Sekolah Peduli Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas di Jakarta Timur

Sekolah Peduli Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas di Jakarta Timur

Rabu, 19 Desember 2018 di Aula C kantor Walikota Jakarta Timur telah berlangsung acara peluncuran Sekolah Percontohan Peduli Kesehatan Reproduksi dan Seksualitas. Selain peluncuran, berlangsung pula pemberian penghargaan kepada 29 orang yang telah mengikuti Pelatihan dan menerapkan Modul “Semangat Dunia Remaja” (SETARA). Modul tersebut diimplementasikan pada sekolah tingkat SMP. Kegiatan ini berlangsung atas inisiasi dan pendampingan dari PMI Kota Jakarta Timur, PKBI Provinsi DKI Jakarta, dan Yayasan Pelita Ilmu. 

Penerapan materi kesehatan reproduksi dan seksualitas merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan Gubernur DKI Jakarta yang tertuang dalam PerGub No. 31 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Kesehatan Reproduksi Remaja. Hal ini penting mengingat remaja usia 12-18 tahun rentan terhadap risiko kesehatan reproduksi.

Data menunjukkan bahwa 3,1% remaja dengan usia 15 – 19 tahun terinfeksi HIV; 34,1% perempuan mengalami Kehamilan Tak Direncanakan (KTD); dan berbagai situasi kesehatan remaja lainnya. Kondisi mengkhawatirkan tersebut dapat menghambat masa depan remaja, secara fisik dan psikologis terganggu tumbuh kembangnya. Bahkan dapat mendorong remaja mengambil keputusan yang dapat mengancam nyawa sendiri.

Sambutan oleh Bapak Ari Sanjaya selaku Asisten Kesra mewakili Bapak Walikota Jakarta Timur. Dalam sambutannya disampaikan bahwa pemerintah mendukung penuh upaya-upaya terbaik bagi remaja. Harapannya upaya ini tidak hanya berhenti sampai di sini dan semakin banyak pihak yang terlibat. Laporan ketua panitia diwakili oleh Drs. H. R. Krisdianto, M.Si selaku Ketua PMI Jakarta Timur. Hadir pula Ibu Indira perwakilan Pengurus PKBI DKI Jakarta dan Bapak Toha Muhaimin dari Yayasan Pelita Ilmu.

Strategi yang dikembangkan dalam program adalah (1) Peningkatan pengetahuan siswa tentang topik kesehatan seksual dan reproduksi yang terdapat di dalam modul SETARA dan dance4life; (2) Peningkatan kapasitas guru dalam memberikan edukasi kesehatan seksual dan reproduksi kepada siswa; (3) Peningkatan kapasitas siswa untuk membuat keputusan yang berbasis informasi terkait seksualitas.

Tercatat sebanyak 54 guru telah mengikuti pelatihan Modul SETARA, 3.328 siswa telah terjangkau dan mengikuti Modul SETARA, 3.315 orang telah mengimplementasi Modul Dance4Life yang diasistensi oleh 48 orang fasilitator dari PKBI Provinsi DKI Jakarta, PMI Kota Jakarta Timur, dan Yayasan Pelita Ilmu.

Acara semakin seru dengan berbagai penampilan remaja seperti Dance4Life dan beat box serta penampilan karya remaja agent4change dance4life. Di sela acara ditampilkan pula Penayangan Video Pentingnya Pendidikan Kesehatan Reproduksi bagi Remaja. Selama acara peserta yang hadir dapat mengunjungi stand pameran dan melakukan swafoto di lokasi yang tersedia. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan plakat kepada 11 kepala sekolah dan sertifikat kepada 11 guru.

Semoga semakin banyak sekolah lain di Indonesia yang peduli dengan kesehatan reproduksi dan seksualitas remaja. Sebab remaja adalah calon penerus bangsa. Diperlukan generasi-generasi masa depan yang sehat secara fisik, psikis, dan sosial dalam menghadapi berbagai tantangan global. (HM)