Konferensi Pers: Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

rx online

15193432_1044485342329511_8532519229641817941_n

Perkawinan anak di bawah usia 18 tahun menjadi ancaman bagi pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) di Indonesia. Setidaknya, ada 3 (tiga) indikator IPM yang terancam akibat praktek-praktek perkawinan anak yaitu (1) Perkawinan anak mengancam gagalnya wajib belajar 12 tahun (2) Perkawinan anak mengancam semakin terpuruknya AKI dan kesehatan reprodusi perempuan dan (3) Perkawinan anak mengancam tertutupnya akses pekerjaan layak dan semakin menciptakan siklus kemiskinan.

Meski telah menjamin adanya upaya penghapusan perkawinan anak melalui berbagai instrumen hukum dan berkomitmen dalam SDGs, di sisi lain Indonesia masih memberlakukan UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang menjadi salah satu produk hukum yang melanggengkan praktek Perkawinan Anak. Selain itu perda-perda yang mendiskriminasikan perempuan juga masih bertebaran di berbagai wilayah di Indonesia.

Gerakan Perempuan Mewujudkan Indonesia BERAGAM atau Indonesia BERAGAM akan melakukan Konferensi Pers yang mengangkat isu Menuntut Penghentian Perkawinan Anak di Indonesia.