SELINGKUH, TANDA EMOSI BELUM MATANG!

Halo Sobat Remaja….

Kasus perselingkuhan yang terjadi belakangan ini di media sosial memang nggak pernah reda yaaa…

Sejak januari 2021 kita juga mendengar beberapa publik figur dan bahkan pejabat yang terlibat kasus perselingkuhan hingga berujung perceraian. Pada data BKKBN tahun 2013, kasus perceraian di Indonesia jadi kasus yang paling tinggi di Asia Tenggara dan faktor penyebab paling tinggi adalah perselingkuhan.

Penyataan tersebut juga didukung fakta di berbagai daerah belakangan ini nih, seperti di daerah karawang mencatat pada 2019, sekitar 2.500 kasus gugatan cerai karena perselingkuhan (republika.co.id), dan dimalang pada tahun 2020 mencatat terdapat 5.464 kasus perceraian yang paling tinggi didominasi oleh faktor ekonomi dan perceraian (detik.com). 

Kata selingkuh sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti suka menyembunyikan sesuatu; tidak berterus terang; tidak jujur. Perilaku selingkuh ini secara psikologi dilakukan secara sadar namun banyak faktor yang mempengaruhi kenapa seseorang memutuskan untuk berselingkuh salah satunya adalah karena kematangan emosi. Kematangan emosi seseorang dapat mempengaruhi sebuah relasi seseorang apalagi jika sudah menginjak pada usia dewasa awal yaitu usia 18-40 tahun.

Menurut banyak penelitian psikologi, selingkuh bisa dikarenakan karena emosi yang belum matang. Eriningtyas, 2018 menyatakan dalam penelitiannya bahwa seseorang dengan kematangan emosi yang rendah memiliki kecendrungan berselingkuh yang lebih tinggi. Penelitian lainnya juga mengatakan bahwa ada hubungan yang negatif antara kematangan emosi dan intensi berselingkuh pada dewasa awal yang sudah menikah, yang artinya semakin tinggi kematangan emosi maka semakin rendah intensitas seseorang untuk berselingkuh.

Dewasa secara umur belum tentu memiliki kedewasaan yang baik atau emosi yang matang. Lalu individu yang matang secara emosi yang seperti apa sih?

Menurut beberapa ahli psikologi nih seperti Menninger (dalam Skinner, 1958) individu yang memiliki kematangan emosi ditandai dengan sifat terbuka, jujur dan tidak berpura-pura. Sedangkan menurut walgito, 2004 individu dengan kematangan emosi ditandai dengan beberapa aspek seperti mampu mengendalikan emosi, mampu mengambil keputusan secara tepat dan mempertanggungjawabkannya.

Selain karena aspek-aspek diatas, perselingkuhan bisa juga terjadi karena adanya relasi kuasa. Bisa jadi didalam hubungan perselingkuhan tersebut ada salah satu pihak yang menjadi korban atas ketidaksetaraan relasi dimana salah satu individu berusaha mengusasi individu lain dengan ancaman, sexual atau emotional abusive.

Pada intinya, kematangan emosi merupakan faktor penting dalam sebuah hubungan. Perselingkuhanpun terjadi karena ada aspek didalam kematangan emosi yang masih rendah. Usia remaja dan perkawinanpun menjadi usia yang rentan secara mental dan emosi sehingga penting untuk kamu mengenal emosi dan matang secara emosional sebelum kamu menjalin hubungan yang bisa dikatakan serius atau pernikahan.

 

Penulis : Annisa Inayah

Sumber :

Nur Mira Sabrina dkk. 2018. Hubungan Antara Kematangan Emosi Dan Intesi Berselingkuh Pada Individu Dewasa Awal Yang Sudah Menikah. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan. Vol 7 e-ISSN 2301-7104.

https://www.republika.co.id/berita/px1u1h282/2500-perceraian-di-karawang-karena-perselingkuhan-di-medsos diakses pada tanggal 2 Maret 2021

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5258064/perceraian-di-malang-tinggi-karena-banyak-suami-selingkuh-saat-istri-jadi-tkw diakses pada tanggal 2 Maret 2021

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp