5 Mitos Seputar Masturbasi yang Perlu Kamu Tahu!

Desclaimer : Infromasi ini bertujuan untuk mengedukasi teman-teman yang terbuai informasi yang salah soal masturbasi. Adapun perilaku masturbasi juga memiliki dampak fisik dan psikis apabila dilakukan secara berlebihan. Salah satunya vagina atau penis yang lecet, resiko penyakit menular seksual jika tidak bersih, mengalami kecemasan yang tinggi bila tidak melakukannya dan lain sebagainya.

Halo, semua! Gimana kabarnya? Semoga selalu sehat, yaa! Kalian sudah pada tahu belum tentang masturbasi itu apa? Apa kalian sudah tahu dan pernah mengalaminya? Dilansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, Masturbasi adalah proses memperoleh kepuasan seks tanpa berhubungan kelamin. Biasanya, masturbasi dapat diraih dengan memainkan alat kelamin melalui tangan atau benda-benda yang memberi kepuasan seks pada seseorang. Nah, setiap kita melakukannya tentu ada beberapa dampak entah itu negatif maupun positif.

Namun, apa kalian tahu bahwa ada mitos yang beredar di masyarakat terkait masturbasi? Mitos-mitos apa sajakah yang dimaksud? Yuk! Simak poin-poin berikut ini.

  1. Lupa Ingatan
    “Jangan coli mulu, lu. Nanti gampang lupa,” sahut teman. Faktanya, dilansir dari alodokter.com yang mengutip dari Dr. Nadia Nurotul Fuadah, sebenarnya onani tidak berhubungan langsung dengan penurunan daya ingat. Meski begitu, onani yang cenderung berlebihan bisa meningkatkan rasa ketagihan dan menciptakan fantasi seks pula. Dalam hal tersebut, dampaknya bisa menjalar ke otak terutama penyusutan pada otak depan. Perlu diketahui, otak depan adalah bagian otak yang mengatur konsenstrasi dan daya ingat, berpikir bijak dan logis, problem solving, dan sebagainya. Jadi, jangan masturbasi berlebihan, ya!

  1. Lutut Kosong
    “Kebanyakan coli, nanti dengkul kopong,” kata tetangga sebelah. Katanya, pria yang sering masturbasi akan merasa mudah lelah. Lalu, terkadang mereka merasa di lututnya tidak fleksibel lagi. Dilansir dari wawancara health.detik.com kepada dr. Langga Sintong selaku Spesialis Orthopedi Foot and Ankle dari Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta Barat, bahwa mitos ‘dengkul kopong’ itu sebenarnya tidak ada kaitan dengan kebiasaan masturbasi. Menurutnya, ada faktor-faktor yang mempengaruhi lutut terasa kaku atau kosong seperti, gangguan sendi pada lutut, pola makan, dan olahraga. Jadi, jangan percaya, ya!

  1. Masturbasi Khusus Anak Muda Saja
    “Tuh lihat si Kakek, pasti dulunya pernah masturbasi,” bisik teman melihat kakek berjalan bungkuk. Sebenarnya, masturbasi bisa dilakukan oleh semua kalangan. Meski begitu, Dilansir dari lifestyle.okezone.com, Global Self Pressure tahun 2018 mengadakan survey terbesar di dunia tentang masturbasi. Mereka mengambil 13 ribu responden dari 18 negara berbeda yang berumur 18-74 tahun. Hasilnya, 57 persen orang yang berusia 18-24 tahun melakukan aktivitas masturbasi setiap minggunya. Hasil tersebut dipercaya paling tinggi daripada kelompok usia lainnya. Akan tetapi, dari beberapa kelompok usia dewasa lainnya mengakui pernah melakukan masturbasi. Jadi, masturbasi itu bisa ke semua kalangan usia, ya!

  1. Hanya Pria yang Boleh Masturbasi, Wanita NO!
    “Emang ada ya, wanita masturbasi?” tanya orang. Faktanya, wanita juga pernah melakukan masturbasi, loh! Berdasarkan data yang pernah disurvei oleh Global Self Pressure pada tahun 2018 yang dikutip dari lifestyle.okezone.com,  persentase pria dan wanita yang pernah melakukan masturbasi di berbagai negara seperti, Inggris bahwa 96 persen pria dan 78 persen wanita mengatakan pernah melakukan masturbasi. Sementara itu di Jerman, 93 persen pria dan 76 persen wanita juga mengakui pernah melakukan masturbasi. Masturbasi pada wanita biasanya dilakukan dengan alasan seperti, meringankan kram saat menstruasi, mengurangi stres, dan meningkatkan gairah seks. Jadi, masturbasi tidak hanya kalangan laki-laki, tetapi untuk perempuan juga.

  1. Masturbasi bisa Menurunkan Berat Badan.
    “Lu, kalau mau diet, coli aja,” kata teman. Nah, ini salah besar, guys! Dilansir dari liputan6.com yang mengutip dari Times of India, masturbasi tidak dapat membuat beran badan turun walaupun aktivitas tersebut dapat menurunkan kalori. Meski begitu, kalori yang dibakar tidak seefektif untuk membakar lemak atau menurunkan berat badan. Lalu, kalau kita sering melakukan masturbasi terus-menerus, apakah berat badan kita bisa turun? Tentu, tidak. Dilansir dari hellosehat.com, masturbasi secara rutin masih tidak dapat menurunkan berat badan. Dalam menurunkan berat badan, tentunya kita harus berdiet, berolahraga, dan tidur yang cukup.

Nah, itu tadi tentang 5 Mitos Seputar Masturbasi yang Perlu Kamu Tahu! Jika kamu ingin tahu lebih lanjut tentang mitos-mitos seputar masturbasi, kalian bisa membaca beberapa rujukan seperti, buku, video, majalah, jurnal, dan lain-lain. Meski begitu, dari 5 tips tadi, apakah diantaranya ada yang kalian percaya? Semoga tidak, ya…

Menyebarkan berita tidak benar akan menyebabkan hidup makin salah.” –Ponijan Liaw


Penulis : Adzhar Rachmat Ramadhan

Editor : Annisa Inayah

Referensi:

Azizah, Khadijah N., 2019. Lutut Kopong Kebanyakan Masturbasi? Begini Kata Ahli Orthopedi. Diakses pada 21 Maret 2021. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4802852/lutut-kopong-karena-kebanyakan-masturbasi-begini-kata-ahli-orthopedi

Fuadah, Nadia N., 2017. Onani Menurunkan Daya Ingat. Diakses pada 21 Maret 2021. https://www.alodokter.com/komunitas/topic/onani-menurunkan-daya-ingat

KBBI.web.id. Diakses pada 20 Maret 2021. https://kbbi.web.id/masturbasi

Kompas.com. 2017. Wanita Perlu Masturbasi, Simak 6 Alasan Ilmiah ini. Diakses pada 22 Maret 2021. https://lifestyle.kompas.com/read/2017/11/30/130000020/wanita-perlu-masturbasi-simak-6-alasan-ilmiah-ini.?page=all

Liputan6.com. 2018. Masturbasi Bisa Turunkan Berat Badan, Mitos atau Fakta?. Diakses pada 20 Maret 2021. https://www.liputan6.com/health/read/3280570/masturbasi-bisa-turunkan-berat-badan-mitos-atau-fakta#

Selwyn, Leonardus. 2018. Survei Membuktikan, Generasi Millenial Paling Sering Bermasturbasi. Diakses pada 20 Maret 2021. https://lifestyle.okezone.com/read/2018/05/25/481/1902895/survei-membuktikan-generasi-milenial-paling-sering-bermasturbasi

Upahita, Damar. 2020. Benarkah Masturbasi Bisa Turunkan Berat Badan?. Diakses pada 20 Maret 2021. https://hellosehat.com/seks/tips-seks/turunkan-berat-badan-masturbasi/

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp